Selasa, 27 November 2012

Proses Morfofonemik dalam bahasa Arab



Morfofonemik dalam bahasa Arab
Fonologi adalah kajian tentang bunyi bahasa dilihat dari segi fungsinya dalam sistem komunikasi lingu~istik, dengan memperhatikan fungsi bunyi tersebut sebagai pembeda makna. Jika bunyi itu membedakan makna, maka bunyi tersebut disebut fonem. Jika tidak, hanya disebut fon. Fonologi boleh disebut sebagai ilmu bunyi yang fungsional. Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa.
Morfofonemik adalah salah satu cabang dari fonologi. Morfofonemik disebut juga morfofonologi. Ia merupakan struktur bahasa yang menggambarkan pola fonologis dari morfem, termasuk di dalamnya penambahan, pengurangan, penggantian fonem, atau perubahan tekanan yang menentukan bangun morfem. Proses morfofonemik dapat berupa alternasi dan netralisasi. Alternasi merupakan proses yang memperlihatkan perubahan-perubahan bentuk bahasa. Dalam bahasa Arab, proses alternasi dapat dilihat saat konsonan apikoalveolar /n/ berubah menjadi konsonan bilabial /m/ jika diikuti konsonan hambat bilabial /b/ seperti dalam kata mim ba’d yang terdiri dari fonem /mim/ dan /ba’d/. Sementara itu, netralisasi merupakan proses penggabungan antara dua fonem dalam lingkungan  fonologis tertentu. Dalam bahasa Arab, vocal panjang pada saat dibaca jeda (waqf;pause), akan berubah menjadi vocal pendek. Sebagai contoh, frasa al-duwal al-kubra: ‘negara super power’ bila dibaca waqf, maka akan berubah menjadi al-duwal al-kubra.
Dalam pembahasan morfofonemik, selain alternasi dan netralisasi, ada pula asimilasi (muma:tsalah) dan disimilasi (mugha:yarah).
Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari  bunyi yang ada lingkungannya, sehingga itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengerahuinya. Contoh dalam bahasa Arab, pola إفتعل dari verba ضرب adalah إضطرب, bukan إضترب . Menurut Sibawaih., seperti dikutip Hijazi (1978: 51), fonem /ط/ dan /ض/ merupakan bunyi ithba:q, sementara fonem /ت/ bukan bunyi ithba:q. Bunyi ithba:q adalah dua suara yang memiliki kemiripan bunyi, tetapi berbeda dalam cara dan tempat artikulasinya (Hijazi, 1978:46). Bila asimilasi menyebabkan penyamaan dua fonem yang berbeda, maka apa yang disebut disimilasi meneyebabkan dua fonem yang sama (berdekatan atau tidak ), menjadi fonem yang lain. Contoh disimilasi dalam bahasa Arab adalah kata ‘unwa:n’ ‘alamat’ yang fonem/n/ pertama berubah menjadi fonem /l/, sehingga menjadi kata ‘ulwa:n.